Untukmu.
Banyak hari kulewati dalam perasaan yang tidak dapat kuungkapkan. Khawatir, tetapi marah di saat yang sama. Sedih, tetapi kesal di saat yang sama. Rindu, tetapi enggan di saat yang sama.
Berhari-hari pula aku melewatinya dengan satu pertanyaan yang sama. Keinginan untuk mencari jawaban yang sama. Karena sungguh aku tidak mengerti apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi dengan kita?".
Aku melakukan segalanya untuk mempertahankan "kita". Agar kata itu tetap menggambarkan aku dan kamu sebagaimana mestinya. Namun, apakah aku berjuang sendirian?
"Kejar dia, ajak dia bicara," begitu katanya.
Seandainya semudah itu bicara denganmu.
Aku melewati banyak hari dalam pelupuk mata yang enggan mengering. Menghakimi diri sendiri. Aku tidak cukup baik. Aku tidak cukup pengertian. Aku tidak akan pernah sempurna.
Seandainya kau tahu.
Mitarashi Hana
Berhari-hari pula aku melewatinya dengan satu pertanyaan yang sama. Keinginan untuk mencari jawaban yang sama. Karena sungguh aku tidak mengerti apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi dengan kita?".
Aku melakukan segalanya untuk mempertahankan "kita". Agar kata itu tetap menggambarkan aku dan kamu sebagaimana mestinya. Namun, apakah aku berjuang sendirian?
"Kejar dia, ajak dia bicara," begitu katanya.
Seandainya semudah itu bicara denganmu.
Aku melewati banyak hari dalam pelupuk mata yang enggan mengering. Menghakimi diri sendiri. Aku tidak cukup baik. Aku tidak cukup pengertian. Aku tidak akan pernah sempurna.
Seandainya kau tahu.
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar