Mengingatmu lagi malam ini.
Hari ini ulang tahunmu. Pagi ini aku mengirim ucapan selamat ulang tahun untukmu. Entahlah, beberapa hari ini beban hatiku berat sekali, jadi aku tidak tahu bagaimana berkata yang indah-indah.
"Thank you so much, Nis. I am sorry for everything I've done,".
Aku yang harusnya minta maaf. Terkadang, aku cukup keterlaluan juga.
Namun, entah kenapa permintaan maafmu melegakan.
Aku akhir-akhir ini mencoba mengonstruksi ulang bagaimana kehidupan sosialku 20 tahun ini. Kapan drama-drama aneh dimulai dan manakah yang terbesar. Di manakah aku mulai merasa aneh dengan kehidupan sosialku sendiri.
Apakah denganmu?
Apakah dengan orang lain?
Tidak. Ingat? Denganmu, aku lebih banyak tertawa.
Tidak tahu. Aku tidak tahu.
Aku membuka ulang tulisan-tulisan di blog lama dan menemukan fakta yang...cukup mengingatkanku akan banyak hal. Aku pernah menikmati fase asrama. Berkata dengan enteng bahwa aku merindukan teman-teman asramaku. Betapa banyak perubahan terjadi di antara kami.
Namun, aku pernah menikmati itu semua.
Menikmati jadwal maskeran sekamar bersama, jadwal makan bersama, menjadikan kamarku markas tongkrongan.
Jadi, aku lega sekali, kamu tahu, ketika akhirnya bisa berdamai dengan masa lalu. Aku lega resentment itu sudah lenyap dari hatiku sama sekali.
Oh, tidak. Kembali ke kamu.
Malam ini kamu meneleponku tiba-tiba. Aku tidak terlalu terkejut juga, entahlah. Mungkin karena...kamu terbiasa tiba-tiba? Seperti waktu aku keterima masuk HI. Wah, aku kaget banget kalau waktu itu.
"Apa kabar, Nis?" tanyamu.
"Baik," jawabku. "Aku ke Jogja lho minggu depan!".
"Kapan?".
"Minggu depan, tanggal 18 mungkin? Sabtu depan?".
"Guess what, Nis?".
"Apa?".
"Aku ke Semarang dari besok sampai tanggal 18!".
Seketika suara "Kyaa!!" terdengar dari ruang keluarga rumahku. Cukup keras untuk membuat Mama bertanya, "Kenapa, Nisa?". Tawaku semakin lebar. Beban yang hinggap sejak hari Rabu entah mengapa...hilang sejenak.
"Surprised?".
Tentu saja, bego! Sekalinya kamu telepon kenapa selalu ada aja, sih!
"Ya ampun, iya lah!".
"Aku debat nih, lawannya...".
Kamu kemudian bercerita lagi. Kamu akan...lomba lagi. Lomba lagi, lomba lagi. Kamu masih tidak berubah. Sama ambisiusnya.
Namun, kamu bukan...seperti dulu, sih.
Kamu latihan dengan giat kali ini, hahaha.
"Pokoknya kita harus ketemu ya, Nis!" katamu.
Memikirkannya saja sudah membuatku tidak bisa tidur lagi...setidaknya malam ini. Sudah setahun lebih, kira-kira seperti apa ya?
Ah, kali ini aku ingin sekali mendengar ceritamu.
Ada sekitar enam hari waktu kita bisa bertemu. Enam hari sangat cukup untuk menceritakan semua hal tentang kita selama setahun ini.
Atau...selama 5 tahun ini?
We must rendezvous. Once for all.
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar