The Starting Point

"Acara besok Rabu mau diliput Metro TV?".

Kafe Parama sedang dalam suasana menyenangkan. Diiringi musik kafe yang catchy, aku dan teman-teman Proletar asyik berkumpul dan mengobrol membahas acara di Citraland Rabu besok. Informasi tadi membuatku kaget karena...tidak seperti biasanya.

"Iya, mau diliput Metro TV besok. Omong-omong, besok yang maju kamu sama aku lho," jawab Mas Bas.

"Kita yang jadi pembicara?".

"Iya, besok kita yang ngomong di depan. Halah, kari ngomong wae,".

* * *

Nah, sepertinya hari ini adalah hari panik.

Acara di Citraland tinggal sehari lagi. Acara besar. Panggung besar. Diliput wartawan. Memikirkannya membuatku pusing. 

"Jangan lupa, penampilan itu penting, Nis,".

Teringat kamu lagi, kamu lagi. Justru karena mengingat perkataanmu terus, sekarang aku pusing memikirkan bagaimana penampilanku besok. Pakai baju apa? Tampil seperti apa? Harus bagaimana? 

Untuk pertama kalinya aku mulai peduli. Pertama kalinya aku "benar-benar" membuka tutorial-tutorial, mulai dari bagaimana bergaya casual, make up, dan hijab yang fashionable. Pertama kalinya aku berpikir, "Ah, besok harus tampil berbeda,", "Jangan terlihat membosankan,", "Gimana caranya biar make up tahan lama buat besok ya?".

Sekali seumur hidup, aku ingin membuat kesan yang berbeda tentang diriku sendiri. Bukan hanya karena ingin dilihat orang.

Lebih dari itu, kau tahu?

Aku ingin...menjadikan acara besok titik awalnya.

Kemarin kamu sudah memberiku banyak nasihat. Penerapan pertama soal penampilan. Bagaimana caranya menarik perhatian.

Jadi, aku harus...berbeda.





Anissa Antania Hanjani

Komentar