Hola!
Dengan mengucap syukur alhamdulillah, akhirnya 3
produk make up inceran bisa kebeli! Wuah, rasanya satisfying sekali!
Aku baru tahu ternyata belanja tuh bisa se-satisfying ini, hehe.
Jadi, sore ini pingin banget share produk-produk apa yang akhir-akhir ini aku pakai.
Yaa...sedikit cerita setelah
menggunakan lah, bisa dibilang begitu. But, karena masih newbie banget
lah di dunia beginian, aku mohon satu hal ke netijen tercinta: please jangan
bully aing. Hehe.
Correct me if I'm wrong, ya. Saran apapun tentang topik
ini buat aing boleh banget, kok.
As I've told before, produk yang aku
beli ini rata-rata kisaran Rp 20.000 sampai Rp 50.000 gitu. Nggak pingin beli
yang mehong lah. Ngapain lah ya beli yang mahal kalau udah bisa puas dengan
yang terjangkau.
Review ini aku bagi jadi dua bagian.
Pertama, tentang produk kosmetik. Kedua, tentang produk skin care.
Cosmetic Products
Semua produk kosmetik yang aku
beli murah abis. Harganya kisaran uang sakuku sehari-hari kalau dikumpulkan
beberapa hari. Antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000 gitu. Emang sengaja sih ya,
biar belinya pakai uangku sendiri kalau pingin repurchase.
Kulitku tuh tipikal yang gampang
banget berminyak. Kalau minyak berlebih ini nggak terkontrol, lama-lama
jerawatan. Makanya, produk yang aku beli ini sebagian besar ada oil
control-nya.
So, ini ya produk-produk yang aku
pakai akhir-akhir ini!
Oh ya, by the way, gambar
produk bisa dilihat di internet ya! Aku coba masukin di sini nggak tahu kenapa
susah banget, hiks!
·
Nivea
White Make Up Starter
Aku pertama kali pakai ini waktu
mengisi acara di CL. Ya soalnya pingin aja gitu karena Mama udah cerita
kalau beliin ini buat aku. Penasaran abis lah pokoknya karena selama ini produk
yang aku pakai nggak ada SPF-nya. Akhirnya aku putusin bakal pakai produk ini
sebagai primer.
Nah, sebenarnya Nivea ini SPF-nya
kurang. Masih SPF 15 gitu. Aku pernah baca sih di artikel apa gitu katanya
kebutuhan SPF wanita Asia ada di kisaran 17-24. Ya, tapi gapapa lah ya. Besok-besok
aku coba cari yang SPF-nya lebih pas.
First impression sama produk ini cute gitu kemasannya menurutku. Aku beli yang kemasan jar gitu, kan. Dan menurutku ini travel friendly banget. Hemat tempat gitu andaikata aku bawa-bawa pergi kalau ada acara di luar kota.
First impression sama produk ini cute gitu kemasannya menurutku. Aku beli yang kemasan jar gitu, kan. Dan menurutku ini travel friendly banget. Hemat tempat gitu andaikata aku bawa-bawa pergi kalau ada acara di luar kota.
Namun, eng ing eng, nggak tahu
kenapa pemakaian pertama produk ini aku langsung boros oil control wipes.
Dikit-dikit harus dipukpuk gitu karena terus-menerus berminyak. Setelah baca beberapa
review hari ini, aku jadi mudheng kalau produk ini kurang
bersahabat sama kulit berminyak. Hiks!
Meski begitu, aku coba
kombinasiin penggunaan produk ini dengan produk make up lainnya yang ada
oil control-nya. Ternyata bisa, cuy! Cocok banget dan jadinya minyaknya
nggak berlebih gitu. Seneng banget! Jadi nggak boros wipes!
Repurchase? I don’t think so. SPF-nya kurang dan
nggak bersahabat juga dengan kulitku yang berminyak. Aku akan coba cari produk
lain yang SPF-nya cukup dan bersahabat dengan my oily skin.
·
La Tulipe
Cover Foundation (Rachel 2)
Sebelum memutuskan beli foundation, aku belajar banyak soal undertone. Aku takut banget salah pilih shade (ya terbuang sia-sia dong duit
aing nanti). Jadi, aku cari tahu kira-kira kulitku masuk undertone yang mana. Turns out
ternyata masuknya di warm undertone.
Setelah tahu undertone kulitku, aku mulai cari tahu rekomendasi foundation gitu. Akhirnya, ketemu review-nya La Tulipe Cover Foundation
ini. Beberapa orang di beauty journal dan
blog cerita sih kalau daya tutup alias coverage-nya
bagus. Penasaran deh, akhirnya beli ini habis pulang mengisi Google Womenwill
Gapura Digital.
Hari ini banget aku mencoba pakai
kan dan ternyata…memuaskan! Aku pakai ini seharian dan tahan banget sama my oily skin, lho. Coverage-nya juga mantap abis! Selain itu, gampang banget waktu aku
blend. Asal tahu cara pakainya, gitu
sih kata beberapa reviewer.
Jadi, sebelum pakai foundation ini, aku udah pakai moisturizer (dan lucunya pakai Cussons
dong yang buat bayi gitu, hehe), jadi udah dijamin lah mukaku lembab. Ternyata bener,
jadi nggak boros wipes juga! Seharian
ini sama sekali aku nggak pakai wipes dan
enak banget pokoknya!
Menurutku ini juga gampang
dihapus juga, kok. Aku pakai cara tertentu gitu buat hapusnya, sih. Nanti aku ceritain
di sini, deh.
Repurchase? Yash! Aku
kemarin beli ini di Luwes Ungaran sekitar Rp 30.000 gitu, sih. But, next time aku coba cari di luar
aja, siapa tahu dijual lebih murah.
·
Wardah
Compact Powder (Ivory)
Aku kan sering banget aktivitas
di luar gitu, jadi compact powder udah
kayak sesuatu yang wajib dibawa-bawa. But,
aku baru tahu kalau ternyata sebenernya kulit berminyak kurang cocok kalau
pakai compact powder. Rasanya sempet
sedih, dong. Ya soalnya loose powder susah
dibawa-bawa dan gampang tumpah juga.
But, one day aku
menemukan Wardah Compact Powder di suatu beauty
journal. Produk ini klaimnya mengandung
oil control, jadi ramah banget buat oily skin. Penasaran, dong! Aku masukin
deh produk ini ke dalam daftar incaranku.
Aku beli ini di hari yang sama
waktu beli La Tulipe Cover Foundation, di tempat yang sama pula. Harganya sekitar
Rp 36.000 gitu. Masih terjangkau lah ya dengan dompet.
Hari ini juga aku pertama kali pakai
produk ini. Ternyata juga lumayan memuaskan. Ringan dan tahan lama. But, aku nggak tahu ya gimana kalau
keringetan karena kebetulan aktivitasku hari ini di ruangan terus. Aku bakal
coba review lagi kalau udah musim
panas atau pas aktivitas di luar, ehehe.
Repurchase? Belum tahu,
sih. Lihat-lihat dulu.
·
La Tulipe
Lip Tint (Cotton Candy)
Honestly, aku
sebenarnya agak males buat touch up di
kamar mandi. Kadang tengsin gitu kalau dilihatin. Terutama lipstick. Kebetulan lipstick yang
aku pakai nggak waterproof, jadi
cepet luntur gitu.
Karena pengalaman inilah akhirnya
aku tergoda buat cobain lip tint yang
waterproof. Penasaran dong, seperti
biasanya.
But, aku
kadang suka insecure kan, takut kalau
shade-nya salah. Aku lebih suka pakai
shade yang warna bibir ketimbang yang
nge-jreng gitu. Nggak suka terlalu mencolok.
Setelah lihat-lihat review, pilihanku jatuh ke La Tulipe Lip
Tint. Harganya sekitar Rp 40.000, masih lumayan terjangkau. Setelah tanya-tanya
gitu kalau mau pakai shade yang natural
gimana, akhirnya pilihanku jatuh ke Cotton Candy.
Pertama kali pakai aku agak kaget
karena shade-nya berbeda dengan
ekspektasiku. Masih kelihatan natural, tetapi warnanya agak jreng gitu. Akhirnya
mikir berulang-ulang, ini apa aku yang pakainya salah atau warnanya emang gini.
But, performance-nya bagus, kok. Ini beneran
waterproof, jadi say good bye dah buat touch
up kalau aktivitasnya indoor.
Repurchase? Belum tahu,
deh. Pingin coba pakai sampai habis dulu, baru review lagi.
Ada beberapa produk skin care yang akhir-akhir ini aku coba.
Banyak dan bermacam-macam, sih. Aku bakal coba ulas di sini, deh.
·
Innisfree
Green Tea Seed Serum
Aku pertama kali beli versi sachet-nya dari salah seorang teman
sekampus semester kemarin. Pas itu belum tertarik banget sama skin care, jadi waktu itu iseng doang
pingin nyoba. Temanku waktu itu menjual Rp 18.000 per 3 sachet gitu.
But, aku sempet
kelupaan kan kalau punya ini. Baru aku pake beberapa minggu lalu setelah inget,
hahaha.
Serum dari Innisfree ini enak
banget sumpah. Aku pakai ini sebelum tidur dan besoknya mukaku rasanya fresh, lembab, dan kenyal. Menyenangkan pokoknya!
Aku pernah nyoba ini buat moisturizer juga
sebelum pakai make up juga enak abis.
Foundation-nya jadi bisa lebih nempel
gitu, I think.
Aku baru mau nyoba kontak temanku
ini lagi karena pingin buanget repurchase!
Ketagihan banget sama serum ini, ya lord.
·
NuFace Essence
Sheet Mask (Shark Oil)
Ini bukan aku yang beli, tetapi
Mami dan adekku yang purchase karena
waktu itu lagi promo beli 2 gratis 1. Mungkin karena produk baru ya. Soalnya waktu
aku nyoba nyari review-nya, nggak ada
essence yang Shark Oil, sih.
Ini pertama kalinya aku pakai sheet mask, sih. Jadi, agak was-was gitu
nyobanya. Aku bukanya sampai hati-hati banget karena takut essence-nya tumpah.
Nah, ternyata enak banget ini sheet mask. Dingin gitu rasanya pas
pakai. Ada sensasi nyaman yang ditimbulkan gitu selama 15 menit pemakaian. Selain
itu, nggak perlu dibilas juga. But, yang
menurutku agak minus adalah essence-nya
menyerap lama banget di kulitku. Sampai benar-benar nunggu mukaku lembab gitu
baru berani tidur waktu itu.
Meski sheet mask ini enak menurutku, aku nggak akan purchase ini. Why? Soalnya,
keingetan campaign-nya teman-temanku
di kelas hukum internasional tentang penangkapan hiu ilegal. Aku kurang mendukung
produk-produk berbahan dasar hiu gitu. I mean,
who knows kan yang dipakai ternyata spesies hiu langka.
Aku lebih cinta bahariku, kok. So, maaf banget ya. Aku kurang setuju
dengan produk ini.
·
Masker
Bengkoang Sedap Malam
Aku beli ini di Raminten Kaliurang
waktu nungguin adekku belanja souvenir di
sana. Aku tertarik banget nyobain produk-produk alami gitu, deh. Masker ini
salah satunya.
Masker ini cocok buat orang-orang
yang mau menikmati proses perawatan wajah gitu. Soalnya, ini masker bubuk, jadi
ya harus dicampur air dan diaduk dulu kalau mau pakai.
Di kemasan, tertulis juga cara
pemakaiannya. First, cuci muka dulu
dan bersihkan wajah dengan toner. Terus,
campur bubuk masker dengan air atau air mawar dan diaduk sampai rata. Then, dipakai maskeran, deh. Pakai kuas
masker lebih nyaman, lho.
Masker ini komposisinya alami,
kok. Ada Oryza sativa starch (ekstrak
beras), Murrayae follium (kemuning), Curcuma heyneana (temu giring), Kaempferiae rhizoma (kencur), dan tentunya
Pachyrhizus erosus starch (ekstrak
bengkoang). Bagi yang suka wangi-wangian ala rempah gitu, masker ini cocok
banget buat kalian. Bau rempah-rempahnya wangi banget. Suka, deh.
Nggak tahu kenapa ya setelah dibersihin,
mukaku rasanya glowing gitu. Kenyal juga.
Suka deh sama masker ini. Waktu dipakai juga nggak terasa ketarik banget gitu. Ya
tetap ketarik sih, tetapi enak gitu. Jadi rileks.
Harganya terjangkau abis, lho. Sebenarnya
aku baca-baca ada yang jual ini seharga Rp 2.500. Repurchase? Oh, jelas.
·
Sariayu
White Aromatic Pembersih All in One
Waktu nyari produk cleanser lokal yang murah dan bagus,
Sariayu ini masuk ke salah satu daftarnya. Harganya juga terjangkau, sih. Sekitar
Rp 13.000 gitu waktu aku beli kemarin. Of
course, aku beli yang khusus untuk kulit normal berminyak.
Produk ini enak banget dipakai. Sejuk
gitu dan sepertinya aku cocok dengan produk ini. Daya hapusnya bagus, kok. Butuh
sekali hapus sih, sebenarnya. But, kalau
kurang yakin bisa dua kali.
Repurchase? Mungkin,
sih. But, aku pingin nyobain Sariayu
Refreshing Cleanser Jeruk, deh. Soalnya biar bisa serasi gitu dengan toner yang aku pakai sekarang.
·
Sariayu
Refreshing Toner Jeruk
Well, aku akhir-akhir
ini baca soal gimana caranya hapus make
up yang baik. Ada beberapa catatan yang aku garisbawahi dari
artikel-artikel berita itu. Pertama, meski udah banyak produk all in one yang praktis, sebenarnya
pembersihan wajah yang baik tetap ditambah dengan toner. Kedua, toner ini punya
banyak banget manfaat, salah satunya detoksifikasi. Toner bisa mengangkat sisa make
up dan kotoran yang nggak terangkat oleh cleanser. Selain itu, toner ini
bermanfaat menyiapkan wajah kita untuk persiapan perawatan selanjutnya. Membantu
wajah tetap segar gitu.
Berangkat dari artikel itu,
akhirnya aku mantap memutuskan beli toner.
Sariayu Refreshing Toner Jeruk yang jadi pilihanku. Harganya sekitar Rp 14.000
kalau nggak salah. Again, ini buat
kulit berminyak gitu, sih. Sebenarnya ada beberapa varian yang sesuai dengan
kondisi kulit, tinggal menyesuaikan aja.
I believe that article is true. Meski udah melakukan pembersihan dengan cleanser, waktu aku pakai toner ini, ada sisa make up dan kotoran yang terangkat. Efek segar produk ini juga
terasa. Kulitku jadi lembab gitu setelah pakai produk ini. Belum ada masalah
sih selama pemakaian.
Oh ya, biar maksimal, akhir-akhir
ini aku coba kompres wajah dengan air hangat gitu, baru pakai cleanser dan toner.
·
Citra
Lulur Natural White Bengkoang Indonesia Body Scrub
Well, satu hal
yang jadi masalah bagi pengendara motor adalah kulit belang, apalagi kalau
nggak pakai sarung tangan kalau bawa motor pas terik. Dulu aku juga sempet rebel gitu nggak mau pakai jaket dan
sarung tangan. Setelah liat kulitku belang banget, aku jadi menyesal nggak nurutin
Mama waktu itu.
Salah satu solusi bagi kulit
belang, setelah aku baca, adalah pakai scrub
1-2 kali seminggu. Pilihanku akhirnya jatuh ke Citra Body Scrub yang nggak
sengaja aku lihat di Superindo Tembalang. Murah banget. Isi 200 ml harganya hanya
Rp 15.000 aja.
Waktu baca review, banyak yang mengeluhkan kalau produk ini licin banget
setelah dibilas. But, nggak tahu
kenapa kok aku nggak merasa licin banget gitu ya. Nyaman-nyaman aja. Licin sih
iya, tetapi nggak sampai kebangetan gitu kalau menurutku.
Habis mandi setelah pakai ini,
rasanya enak banget. Kulit secara keseluruhan rasanya lebih segar dan halus. Wanginya
juga tahan lama dan nggak mengganggu banget.
Repurchase? Yap, maybe.
·
Viva
Peeling Cream
Waktu belanja bulanan ke Ada
Setiabudi, aku lihat-lihat produk skin care
dari Viva dan cukup tergoda karena harganya sangat terjangkau. Mama waktu itu
sempat nawarin mau beliin foundation-nya
kan, tetapi aku tolak karena itu foundation
cair, sementara tipe mukaku gampang berminyak.
Pilihanku akhirnya jatuh ke Viva
Peeling Cream. Seingatku, harganya sekitar Rp 9.000 waktu beli di sana. Aku penasaran
banget, soalnya belum pernah nyobain peeling
cream sebelumnya buat scrubbing.
Peeling cream ini enak banget
waktu dibuat scrubbing. Scrub-nya kecil dan waktu digosok kulitku juga nggak sampai merah-merah gitu. Nggak nyesel
deh beli ini. Hidungku yang biasanya terasa kasar karena masih ada komedo meski
udah pakai pore pack jadi bersih dan mulus
gitu. Bakalan aku pakai sekali seminggu deh sesuai anjuran produknya!
Repurchase? Pasti!
Yep, kira-kira gitu sih sedikit cerita (atau
banyak?) soal produk yang akhir-akhir ini kupakai. Aku masih sering banget
lihat review produk lain buat
membandingkan kualitas dan harga, sih. Secara sih ya, mental emak-emak, cari
yang bagus, isinya banyak, dan harganya murah. Hahahaha.
So, sekian dulu ya. Adios!
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar