He and I (4): The New Us

"Nis, tiba-tiba gue laper deh,".
"Gue juga, nih,".
"Mau keluar ga? Gue pengen McD, nih. Lo mau juga?".
"Ayo deh, gas aja gue mah,".

Jam setengah 2 pagi. Dari awalnya memutuskan untuk istirahat setelah mengerjakan jurnal, aku memutuskan keluar denganmu mengitari Jogja. Tengah malam, mencari McD, diselimuti angin malam, mencari McD, mengobrol sembari menyusuri jalan dengan motor, mencari McD.

Tanpa sadar, aku jadi menyukai perjalanan yang tidak pernah kusukai sebelumnya. 

Aku tidak pernah keluar ke mana-mana pada malam hari. Kesempatan itu langka sekali kudapatkan. Sekalinya bisa, itu terjadi saat sedang bersama teman-temanku di kampus. Kali ini, bersamamu, akhirnya aku merasakan Jogja pada dini hari.

Bulan pagi itu begitu besar. Venus juga begitu cantik.

"Gue selalu penasaran gimana Jogja pas tengah malam, deh. Thanks a lot udah ngajakin gue keluar," ucapku.

"No worries, Nis,".

Setelah mengitari semua cabang McD yang kita tahu, akhirnya kesampaian juga buat makan ayam.

"Lo bawa hand sanitizer, kan?" tanyamu.
"Ada kok,".

Setelah menanyakan hal itu, kamu mengarahkan motor ke tempat yang tidak pernah kuduga-duga sebelumnya. Tempat yang kukira tidak akan bisa kukunjungi seminggu ini.

Malioboro. Dekat Stasiun Tugu. Jam 3 pagi.

Pada akhirnya kita berhasil menuntaskan apa yang seharusnya tuntas dengan menyenangkan. Memulai semuanya kembali di Malioboro sembari melihat kereta yang lewat, juga lalu lalang pelancong malam. Berbagi dan memberi, berempati dari hati ke hati, juga menanti pagi hari. 

Wiuw...wiuw...

"Eh keretanya mau lewat!" kataku antusias, sembari mengunyah ayam. "Wuah, lo milih spot-nya pas banget deh! Gue seneng! Gue suka banget liat kereta!".

"Kenapa?" tanyamu.

"Um...entah? Kereta selalu bikin gue merasa tenang," jawabku.

Aku bahagia. Kamu membuatku menjadi manusia paling beruntung di dunia karena memilikimu sebagai sahabat. Malam ini adalah satu di antara sedikit hari di mana aku merasa sangat spesial. Karena ada seseorang yang membuatku merasa sebahagia ini, dengan cara yang tidak pernah diduga-duga. 

Pada dini hari itu, kita memulai sesuatu yang baru. Kita yang baru. Kita yang menikmati masa-masa sekarang. Kita yang begitu cool: pergi hangout bersama setelah pulang kerja, duduk-duduk di Malioboro pada dini hari, menikmati McD jam 3 pagi. Kita yang mendukung perkembangan masing-masing. Kita yang sendirian bersama-sama.

Sendirian bersama-sama ya?

Untuk pertama kalinya, diam bersamamu menjadi hal yang paling nyaman.



Anissa Antania Hanjani

Komentar